resensi buku tugas bahasa indonesia
JUDUL
Cinta tanpa jeda
PENGARANG
Indah Hanaco
BIOGRAFI PENGARANG
Indah Hanaco lahir di Pematangsiantar, 14
Oktober. Sempat berkarier di sebuah bank terbesar di Medan, sebelum menikah dan
memutuskan untuk menjadi seorang ibu rumah tangga. Saat ini, ia menetap di
Puncak, Bogor, bersama keluarga tercinta.
Kini, ia memilih pekerjaan yang sangat
membahagiakan, menjadi seorang penulis. Selain bisa mengawasi dan mengurusi
anak-anak, ia juga dapat tetap menghasilkan karya. Sampai saat ini, Indah sudah
menulis beberapa novel dan buku nonfiksi. Novel Cinta Tanpa Jeda ini
adalah novel perdananya di Penerbit Bukuné.
PENERBIT
BUKUNE
HALAMAN BUKU
276 halaman
ILUSTRASI GAMBAR
Perpaduan warna antara ungu muda dan ping muda
dengan kombinasi warna muda lainnya yang menjadikan novel cinta tanpa jeda
terlihat segar di lihat,dihias dengan beberapa tangkai bunga yang terdapat pada
sebelah kiri novel dengan warna yang fterkombinansi
, di tambahnya sebuah sangkar yang menggantung pada tangkai tersebut dan terdapat
pula dua ekor burung yang berhadapan dengan background love diatasnya.
PELAKU/TOKOH CERITA
·
MAE
·
RIKA
·
BI
ASIH
·
PAK
AMIR
·
ANTON
·
FLORENCE ZETTA
·
ANA
·
ALYA
PERWATAKAN
·
MAE :Cantik,Baik
hati,Setia,Cuek, dan Perfectsionist
·
RIKA :Baik
Hati,Ramah dan Setia
·
BI
ASIH :Ramah
·
PAK
AMIR :Baik Hati
dan Pendiam
·
ANTON :Baik Hati,Sopan
Serta Ramah
·
FLORENCE ZETTA :Misterius,Cantik
dan Baik Hati
·
ANA :Rajin,Sopan,Ramah
·
ALYA :Sombong
dan Pendendam
TEMA
Seorang wanita yang mencari arti sebuah
kehidupan
LATAR SETTING
·
Rumah
Florence zetta
·
Menara
eifel
·
Restaurant
·
Kamar
tidur
·
Circuit
formula
ALUR PLOT
Maju Mundur
SUDUT PANDANG
Orang ke tiga
AMANAT
·
Jangan
melihat seseorang dari harta dan fisik,tetapi lihatlah bagaimana isi hatinya .
·
Jangan
putus asa,percaya bahwa tidak ada yang tidak munngkin selama itu di sertai oleh
usaha dan doa
SINOPSIS
Mae Sellina mengawali karirnya sebagai foto model, setelah
secara tak sengaja diketemukan oleh Florence Zetta. Ketika melihat Mae, ia
menawarkan pekerjaan sebagai foto model, meninggalkan pekerjaannya sekarang
sebagai SPG. Didorong oleh teman kerjanya, Lilian, dan keinginannya mengubah
nasib, ia akhirnya mengikutinya Florence ke Jakarta.
Keterkenalannya sebagai foto model tidak membuatnya mudah
jatuh cinta. Mae menyimpan masa lalu kelam. Saat berumur lima belas tahun, Om
Andi, adik ibunya memperkosanya. Sejak saat itu, Mae muda sangat anti terhadap
perasaan laki-laki kepadanya.
Saat menghadiri peragaan busana temannya, Marco. Mae
berkenalan dengan Anton Daneswaga, seorang pembalap terkenal. Kagum akan
pengetahuan Mae akan dunia balap, dan wajah cantiknya, Anton mulai jatuh cinta
pada Mae. Marco memperingatkan Anton, bahwa Mae tidak mudah jatuh cinta. Sudah
terkenal di kalangan teman-teman selibritas kalau Mae dingin terhadap pria.
Anton tidak perduli, ia berusaha mendekati Mae. Berdasarkan
informasi dari Marco, Anton menghadiahkan coklat merek Jago pada Mae. Tentu Mae
terkejut dengan hadiah Anton. Ia tidak menyangka ada seorang pria menghadiahkan
coklat padanya.
Diawali dengan rasa cemburu Mae terhadap foto Anton dan
Alya, teman sesama foto model. Mae memutuskan hubungan dengan Anton. Kemudian
ia bertolak ke Medan, tanah kelahirannya. Ia dulu pernah berjanji untuk tak
kembali kemari karena ingin melupakan masa lalunya, sekarang ia mengingkarinya.
Ia berpikir, bahwa luka batinnya harus sembuh dengan cara memaafkan dua pria.
Pria pertama adalah Om Andi, pemerkosanya, sementara Pria kedua adalah Arul,
saudara angkatnya. Arul turut menjadi sasaran kebencian Mae, karena laki-laki
itu hanya diam saja ketika melihat kelakuan Om Andi pada Mae.
Anton terus berusaha untuk merebut hati Mae. Suatu ketika ia
menyewa gedung bioskop khusus untuk memutar film Sleepless in Seatle yang
disukai Mae. Di tengah-tengah film diputar, Anton mencoba melamar Mae. Hati
perempuan itu akhirnya luluh karena mengingat kegigihan Anton untuk
mendapatkannya.
Anton mendapatkan hati Mae kembali, bahkan menikahinya. Pada
malam pertama tersebut, Mae baru teringat, bahwa ia belum menceritakan kepada
Anton perihal masa lalunya. Setelah menahan diri beberapa lama, sampailah juga
pengakuan itu. Beruntung Anton tidak pernah mempermasalahkannya, bahkan Anton
menyuruh Mae untuk berobat pada psikiater. Namun problema mereka tidak sampai
disitu. Diagnosis dokter menyatakan ia tidak dapat hamil.
